Halo sahabat selamat datang di website ceritadongeng.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Promosi karya atau fokus bikin terus? banbumi oleh - ceritadongeng.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Jawabannya adalah fokus bikin karya saja tentu saja.

Di era digital ini cara membangun audience paling tepat adalah dengan menyuguhkan karyamu dalam media yang mudah ditemukan dan digapai oleh orang-orang.

Orang-orang yang mengikutimu di media sosial atau memang menjadi True Fans mu adalah mereka yang asalnya berinteraksi dengan karyamu.

Buat kamu yang penasaran dengan True Fans bisa cek artikelnya di sini, kawan.

Saya lebih banyak mengenal para seniman, profesional, yang sebenarnya lebih suka membuat karya dibandingkan mempromosikannya.

Alasannya mungkin karena mereka lebih mengerti membuat daripada mempromosikan karyanya.

Hal yang wajar, untuk mempromosikan sesuatu setidaknya kawan harus paham tentang pemasaran dan periklanan. Tidak semua orang mengerti hal ini, belum tentu seorang dokter, penulis, fotografer, desainer paham akan pemasaran dan iklan.

Butuh proses panjang agar menguasai materi dan paham bagaimana mempromosikan sesuatu, intinya butuh waktu dan disiplin untuk menguasai iklan dan pemasaran.

Terus bagaimana caranya kamu menemukan audience atau penikmat karyamu ini jika tidak mempromosikannya?

Jawabannya adalah dengan menaruh karyamu di tempat yang orang mudah temukan. Jika bentuknya digital sudah tersedia banyak platform, jika bentuknya produk fisik, tinggal dokumentasikan dan unggah ke media sosial.

Kawan harus tahu kalau seseorang follow atau subscribe di medsos itu karena memang ada sesuatu yang diberikan si pembuat konten kepada audience atau pemirsanya.

Apakah itu sesuatu yang lucu, bermanfaat, atau sekadar memuaskan rasa penasaran. Semua itu jadi sebuah nilai atau value bagi pemirsanya.

Nah buat kamu yang suka membuat karya, entah itu tulisan, foto, video, instalasi, arsitektur, interior, dan lain sebagainya kamu harus sadar bahwa orang yang mengikutimu itu karena melihat dan menikmati karyamu.

Energi dan waktu kita terbatas, jadi gunakanlah secara bijak.

(Buat kamu yang tertarik tentang penyebaran karya silakan baca bagaimana buku Harry Potter menyebar)

Membuat karya yang spesial itu membutuhkan waktu, perencanaan, dan energi yang tak sedikit. Seringnya para pembuat ini sudah habis energinya ketika karyanya jadi.

Untuk itu fokuslah kepada karya yang kamu kerjakan karena kamu memiliki pemirsa karena karya itu.

Kunci membangun audience di platform digital adalah dengan konsistensi dalam mengunggah atau menerbitkan sesuatu.

Buat kawan yang menulis dan bikin media digital (foto dan video):

Buat perencanaan untuk menerbitkan tulisanmu, minimal satu minggu sekali, apapun yang terjadi kamu harus menerbitkan tulisan di waktu yang ditentukan.

Karya seperti apa yang bisa membangun audience?

Di era digital ini tantangan paling besar untuk membuat audience adalah ada banyak noise yang akan mengganggumu untuk menemukan hubungan dengan audiencemu.

Contohnya seperti ini kamu menulis cerita di wattpad, si pembaca sedang asyik baca, tiba-tiba chat whatsapp masuk. Akhirnya dia membalas dulu chat tersebut.

Ini adalah salah satu jenis noise yang akan kamu hadapi dalam menemukan pembaca yang tepat untuk ceritamu.

Untuk bisa membuat noise ini hilang kamu perlu membuat sebuah karya yang spesial yang saya definisikan sebagai satu-satunya, tidak ada orang lain yang menulis sepertimu.

Dalam dunia kepenulisan ada banyak macam penulis yang spesial, mereka yang kuat di penokohan, alur, atau tema yang tidak biasa.

Begitu juga dalam dunia pembuatan karya lainnya. Ada begitu banyak ciri khas seseorang yang bisa dilakukan untuk diaplikasikan pada karyanya.

Disamping itu konsistensi dalam membuat karya memiliki peranan penting dalam membangun audience, kamu bisa baca selengkapnya di sini.

Penting untuk menemukan kematangan dalam berakarya, kawan.

Kematanganmu yang akan membedakanmu dari penulis lainnya.

Kalau kamu belum tahu apakah kamu matang sudah belum, bisa dirasakan sendiri atau meminta kritik dari sesama pembuat karya berjenis sama.

Konsistensi untuk selalu membuat sesuatu dan menerbitkannya secara berkala sesuai tengat waktu adalah cara paling tepat dalam membangun pemirsamu.

Jangan pernah jadi rata-rata, temukan panggilanmu dalam hidup.

Untuk menjalin hungan, minta kritik untuk karyamu

Hal paling wajar dalam berkarya adalah kritik, jangan malu untuk memintanya ke pembuat karya berjenis sama yang kamu hormati.

Kalau kamu menulis kamu bisa memintanya ke penulis lain, lalu minta tolonglah untuk membagikan karyamu kalau dia menikmatinya.  Ingat ya untuk selalu sopan dan tidak memaksa.

Dengan meminta kritik dan meminta mempromosikan adalah hal yang wajar, kunci utamanya adalah membuat hubungan dengan sesama anggota komunitas karya berjenis sama itu.

Kalau penulis ketemu penulis lagi, begitu juga dengan fotografer dan fotografer, dan seterusnya.

Jangan lupa untuk melakukan hal yang sama ketika orang lain meminta kritik dan promosi darimu, balaslah mereka dengan sopan.

Semua ini membangun hubungan dengan sesama pembuat karya di komunitasmu, kawan.

Kesimpulan

Buatlah sebuah karya spesial yang didekasikan untuk seseorang

Taruh karyamu itu di tempat yang mudah orang temukan dan berinteraksi denganmu

Bangun hubungan dengan sesama pembuat karya di komunitasmu, mulai dari minta kritik dan saran juga.

Itulah tadi informasi dari situs slot online mengenai Promosi karya atau fokus bikin terus? banbumi oleh - ceritadongeng.xyz dan sekianlah artikel dari kami ceritadongeng.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ceritadongeng.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Mari nilai karya-mu dengan sudut pandang pemasar â€"Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dalam dunia pemasaran apa yang kami tawarkan kepadamu adalah sebuah janji tentang suatu hal, apapun itu yang kami tawarkan. Nilai produk yang ditawarkan adalah sebuah reputasi yang bisa kamu andalkan.

Contohnya saya datang kepadamu menjual asuransi jiwa, artinya saya menjual janji tentang ketenangan pikiran dari resiko yang mungkin kawan akan alami, ini janji saya sebagai penjual asuransi.

Ketika saya menawarkan sebuah merek mobil kepadamu, yang saya tawarkan kepadamu tidak sekedar kenyamanan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, namun saya juga menjual kemudahan servis, minim masalah, dan harga jual kembali yang lumayan.

Masing-masing merek ini memiliki reputasi tersendiri, proses membangun reputasi ini disebut sebagai branding dan bagian dari marketing.

Namun semua ini tentu akan sia-sia jika janji yang ditawarkan tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan. Misalnya kau dijanjikan mobil yang minim masalah, namun pas jalan kelima kalinya malah mogok. dalam istilah pemasaran hal ini disebut under delivery.

Dan hal ini pun berlaku dalam karya yang kau buat, kawan.

Ketika kawan membaca The Fantastic Beast and Where To Find Them karangan J.K. Rowling, biasanya kawan sudah memiliki ekspektasi bagaimana serunya cerita ini. Dalam dunia pemasaran J.K. Rowling tidak dilihat sekadar individu saja melainkan menjadi sebuah brand (merek) dan dia menjanjikan tentang  kualitas ceritanya.

Saat ini banyak kursus atau tulisan tentang personal branding dan apa yang bisa kamu dapatkan dari sini, biasanya adalah bagaimana caranya membangun reputasi.

Untuk menilai sebuah karya lewat sudut pandang pemasar dan bisnis ada yang dinamakan dengan value (nilai) yang ditawarkan karya tersebut. Dan inilah yang kawan harus tahu tentang nilai sebuah karya.

Setiap karya (atau produk) memiliki nilai yang ditawarkan

Tergantung untuk siapa karyamu itu dibuat, apakah untuk bisnis, untuk seni, untuk kegiatan amal, atau untuk hobi saja?

Masing-masing karya memiliki nilai yang berharga untuk kalangan tertentu. Kawan tak bisa menilai seorang penulis SEO untuk artikel web dan sastrawan, keduanya memiliki nilai jual yang berbeda.

Kalau begitu gimana kita mau tahu nilai karya kita? Karena nilai yang ditawarkan tiap karya berbeda mari bahas satu persatu lewat bidang dimana karya itu dipublikasikan.

Nilai karya dalam dunia bisnis

Dalam dunia bisnis karyamu dilihat dari beberapa faktor yang akan memberikan manfaat kepada bisnis itu.

Misalnya seorang ilustrator yang berkolaborasi dengan sebuah perusahaan pakaian, gambarnya digunakan di salah satu jaket perusahaan ini.

Dari sisi bisnis ini akan menaikan awareness (kesadaran) dan brand value merek tersebut. Ini juga bisa anda dapati di antara kolaborasi perusahaan lain, misalnya Ramayan berkolaborasi dengan The Popo.

Nilai karya dari Kaos hasil kolaborasi antara seniman The Popo dan Ramayana
Ini merupakan salah satu bentuk kampanye pemsaran merek dengan seniman. Sumber

Ada juga G Shock yang berkolaborasi dengan Gorillaz. Merek jam tangan ini membuat seri khusus Gorilaz:

Nilai karya Salah satu seri jam tangan G Shock terbaru hasil dari kolaborasi dengan Gorillaz
Ini salah satu seri G Shock kolaboriasi dengan Gorillaz. Sumber.

Ini bertujuan sebagai salah satu bentuk kampanye pemasaran agar merek ini tetap segar dan selalu muncul kebaruan.

Namun alasan terbesar kenapa kolaborasi ini bisa terjadi karena memang Gorillaz dan The Popo memiliki Brand Identity (identitas merek) yang kuat dan memiliki pangsa pasar tersendiri (mereka memiliki fanbase yang kuat).

Jadi selain keuntungan produk terbaru yang unik, ada juga keuntungan dari sisi kesadaran merek kepada fan base seniman yang berkolaborasi dengan merek dagang tersebut.

Dalam dunia bisnis selalu ada perhitungan untung rugi karena itu nilai yang karya atau identitasmu tawarkan haruslah berupa keuntungan dalam dunia bisnis.

Di dunia bisnis seperti iklan penjualan sebuah jasa pembuatan video iklan  yang memiliki nilai transaksi ratusan juta rupiah dilakukan karena sebuah keuntungan tertentu.

Misalnya iklan Ramayana edisi Idul Fitri yang dibuat oleh Dimas Jay. Masih ingat kerja lembur bagai kuda?

Iklan ramayan ini berhasil menciptakan percakapan di media sosial, salah satunya karena ada ibu yang di dalam rice cooker.

Kenapa Dimas Jay bisa dibayar ratusan juta karena menggunakan iklan itu, jawabannya sederhana, merek ramayana akan banyak diomongkan orang di platform digital. Dalam istilah pemasaran digital hal ini disebut dengan conversation.

Conversation kalau diartikan berarti percakapan, hal ini mengacu seberapa banyak merek tersebut dibicarakan oleh warganet di sebuah platform media sosial.

Iklan Ramayana yang dibuat oleh Dimas Jay itu memang menjadi viral karena banyak sekali yang diomongkan.

Kenapa Ramayana bisa percaya kepada Dimas Jay untuk membuatkan iklan tersebut. Jawabannya karena reputasi yang sudah terkenal membuat iklan lucu yang dibicarakan oleh warganet dan terbukti kan di iklan Ramayan viral di semua platform media sosial.

Jika kamu adalah seorang profesional dalam berkarya apa yang kamu tawarkan kepada sebuah bisnis?

Inilah hal yang harus diulik dari nilai yang karya tersebut tawarkan. Kalau dengan bisnis selain perhitungan untung rugi maka kamu harus memiliki sebuah reputasi. Kalau belum punya, ya kawan harus bangun reputasi tersebut.

Misal jika kamu adalah seorang penulis cerita kamu bisa menawarkan bagaimana karya tulismu itu bisa memperkuat Brand story telling dan citra merek tersebut.

Seorang fotografer yang identitas mereknya sudah mapan seperti Darwis Triadi dipilih karena merek itu ingin dicitrakan dalam visi fotografi Darwis yang elegan dan mewah.

Di sisi lain ada juga merek yang menawarkan kemewahan, biasanya di industri mode, perhiasan, dan mobil mewah. Mereka ini menawarkan status untuk para pembelinya.

Contohnya adalah gambaran di kepalamu saatu seseorang membeli mobil Audi:

“mana mungkin orang yang membeli Audi itu adalah seorang pegawai biasa, minimal si pembeli adalah seorang pengusahan mapan atau bagian dari top manajemen sebuah perusahaan besar. Dia pasti orang berada.”

Produk (karya) mewah ini menjadi siginifikan buat mereka yang menginginkan status (atau ingin terlihat memiliki status).

Status ini merupakan nilai yang ditawarkan sebuah produk (karya). Nah kalau karyamu menawarkan nilai apa? Janji apa?

Apakah janji itu tentang menaikkan penjualan? Kesadaran merek? Atau tentang bagaimana citra merek tersebut bisa meningkat?

Ketika menawarkan karyamu kepada sebuah bisnis kamu harus bisa menghitung apa yang bisa kau kontribusikan pada merek itu.

Menurut Seth Godin menciptakan nilai (value) di dunia pemasaran bisa kau mulai dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Untuk siapa karyamu ini?
  • Mindset, filosofis hidup, dan situasi seperti apa yang dihadapi?
  • Apakah karyamu dibeli oleh orang atau organisasi?
  • Apakah karyamu jadi solusi sebuah masalah atau jadi solusi lebih baik atas masalah lama?
  • Apakah sedikit yang membeli dengan harga mahal atau banyak yang membeli karya ini dan membayar murah?
  • Apakah mereka sadar kalau pembeli karyamu memiliki masalah dan kamu bisa menyelesaikannya?

Masih ada beberapa pertanyaan lagi namun akan saya singkat seperti ini dulu. Untuk pertanyaan di atas maka jawaban dari froteast adalah:

  • Blog ini untuk mereka yang ingin sukses dengan karyanya
  • Mindset adalah karyanya itu berkualitas, filosofis hidupnya untuk berkarya, dan mereka ingin sukses secara finansial dari karyanya
  • Blog ini dibaca oleh orang-orang
  • Blog ini jadi solusi bagaimana si pembuat karya bisa memasarkan karyanya
  • Blog ini jadi sumber kerangka berpikir untuk memasarkan karya
  • Program premium froteast (Banbumi, masih dalam tahap pengembangan) akan berharga murah dan dibeli banyak orang
  • Banyak pembuat karya yang belum sadar kalau mereka memiliki masalah pemasaran

Begitu yang akan saya coba buat dengan blog ini, kawan. Kalau kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan spesifik (dan harus spesifik) maka kamu akan mendapatkan kerangka berpikir pemasaran yang sesuai dengan nilai yang karyamu tawarkan.

Ingat nilai itu berbeda untuk tiap kelompok manusia. Harga karyamu mungkin tinggi bagi sebuah kelompok tapi malah sama sekali tak berarti untuk kelompok yang lain.

Lalu bagaimana dengan para seniman dan penulis cerita? Karya mereka tidak menyelesaikan sebuah masalah kan?

Jawabannya membawa kita ke poin selanjutnya, yaitu:

Reputasi dan konsistensi

Sebuah restoran membangun reputasinya dengan menyuguhkan kualitas masakkan terbaik
Sebuah restoran membangun reputasinya melalui kualitas masakkan terbaik. Photo by Kaboompics .com from Pexels

Kita sudah lihat apa nilai sebuah karya akan berimbas pada bisnis, namun bagaimana dengan pembaca buku dan penikmat lukisan?

Jawabannya ada pada reputasi yang sudah dia bangun. Contohnya Eka Kurniawan misalnya, anda tidak akan berharap novel yang ditulis eka akan seperti mirip seperti tulisan bergaya Leila S. Chudori.

Mereka berdua adalah penulis yang berbeda dan kita sebetulnya senang disuguhi cerita yang khas Eka Kurniawan mau pun Leila S. Chudori, meskipun mungkin ada kawan yang lebih memilih membaca Eka daripada Leila dan begitu juga sebaliknya.

Saya tak berharap Jonthan Stroud akan menulis cerita fantasi seperti J.K. Rowling dan begitu juga sebaliknya. Saya menikmati karya dari kedua penulis ini dengan gayanya masing-masing.

Para seniman pun sama, siapa yang berharap kalau lukisan Picasso akan jadi realistis? Kalau realitstis bukan karya Picasso namanya!

Ini membawa kita pada reputasi seorang pembuat karya dan bagaimana itu dibangun.

Untuk membangun sebuah reputasi kawan perlu konsistensi dan menempatkan karya yang orang mudah temukan. Contohnya kawan suka menulis cerita, maka tulisan di Wattpad atau Storial.

Namun tentu saja ada tantangannya untuk menemukan pemirsa yang tepat yaitu noise di platorm digital ini.

Kawan bisa baca tentang tantangan menemukan pemirsa di sini.

Kemudian tantangan kedua adalah konsistensi yang selalu dibutuhkan dan ini penting.

Kawan bisa baca apa manfaat konsistensi dalam berkarya di sini.

Reputasi yang dibangun ini merupakan bagian dari apa yang dinamakan Branding atau personal branding. Bedanya personal branding adalah sebuah upaya membangun reputasi untuk individu, bukan lembaga.

Branding itu akan lebih mudah jika kawan hanya membuat satu jenis karya saja. Kalau suka menulis cerita horror ya sudah tulis cerita horor saja, jangan tiba-tiba menulis cerita romantis.

Memang berkarya itu bebas namun yang menjadi masalah adalah orang lebih mudah mengasosiasikan sesuatu dengan satu hal saja. Mari kita lihat rumusan berikut:

(sebuah merek atau pembuat karya)….. itu…….(hal paling dikenal dari karya itu)

Oke, sekarang kita coba terapkan:

J.K. Rowling itu penulis cerita fantasi

Apple itu desainnya simpel

Stephen King itu penulis cerita Horor

Bakpia itu khas Jogja

Mak erot itu memperbesar kelamin

Ini yang dimaksud oleh David Aaker dalam bukunya Build The Strong Brand, Orang lebih mudah measosiasikan merek atau seseorang dengan satu hal yang paling kuat atau paling dikenal.

Kalau pada suatu saat Mak Erot membuat baso tanpa iming-iming memakan baso itu memperbesar kelamin apakah akan laku? Menurut ilmu branding kemungkinan besar tidak.

Jadi kalau kawan ingin mulai membangun reputasi buatlah satu macam karya saja, entah itu menulis horor, entah itu membuat combro raksasa, dan seterusya. Ingat, selalu konsisten!

Reputasi ini bukan terbatas pada seniman atau penulis saja, namun juga kepada kamu sebagai bisnis yang membuat produk atau jasa.

Kalau kamu menjual sambal misalnya, karena satu atau dua hal sambel yang biasa kau buat sambel tak seenak atau sepedas biasanya, pasti keesokan harinya pembeli berkurang. Kalau hal ini sering terjadi pasti lama-lama kamu akan ditinggalkan pembeli.

Ini membawa kita pada sub poin selanjutnya:

Memiliki standar kualitas itu perlu.

Kualitas-yang-dicari-orang-berbeda-beda
Konsistensi dalam menyuguhkan kualitas itu penting, baik buatmu yang membuat karya, menjual produk dan juga jasa. Photo by Anni Roenkae from Pexels

Ada macam-macam jenis kualitas dan rata-rata subjektif, artinya tergantung orang yang menggunakan atau menikmati karya tersebut. Namun masing-masing pengguna ini memiliki standar bagi karya atau produk yang mereka gunakan.

Salah satu alasan kenapa reputasi bisa terbentuk karena si pembuat karya atau produk ini konsisten menyuguhkan kualitas mereka, ada standar yang terus dituruti dan menepati ekspektasi (pengharapan) kawan.

Misalnya Nike tidak akan menjadi sebuah merek besar jika sepatu mereka sudah rusak ketika digunakan lari 10 kali misalnya, begitu juga dengan Apple tidak akan menjadi besar kalau User Interface (antarmuka pengguna) sangat ribet.

Kalau kawan suka memasak dan misalnya membuat combro sebesar piring misalnya, lalu karena alasan kenaikan bahan baku yang berimbas pada cost production maka kawan membuat combro biasa saja. Maka pembelimu akan kabur, karena kalau membuat combro yang biasa saja kawan tidak lagi menyuguhkan kualitas yang sama.

Kalau kawan menurunkan kualitas maka kau tidak lagi menjadi spesial. Dengan menurunkan tingkat kualitas sekarang kawan bersaing dengan banyak orang. Banyak orang memilih kualitas yang biasa karena hal itu tidak melelahkan, membuat sesuatu berkualitas tinggi itu lebih menguras energi dan waktu.

Kalau kualitasmu turun kau jadi membuat karya yang biasa saja, maka kawan tidak lagi menjadi signifikan buat orang yang kawan tuju dan mereka tidak lagi memiliki alasan untuk membeli karyamu.

Tentu saja ada juga produk yang sudah murah bagus lagi atau seperti warteg sudah murah banyak lagi. Namun dengan menyuguhkan kualitas tinggi dengan konsisten maka karyamu memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk disebarkan.

Lalu kenapa produk murah dan enak seperti ini ada?

Harga dan nilai sebuah karya

Tidak semua karya bernilai sama dan tidak berharga sama. Setidaknya untuk kelompok berbeda. Contohnya kira-kira seperti ini, kau menjual makanan dengan mendirikan warteg tentu akan dilirik oleh buruh, namun restoran mewah tentu tidak akan dilirik oleh mereka.

Membuat sesuatu hanya untuk kelompok tertentu ini adalah penting. Dalam dunia bisnis kekhususan seperti ini memang juga ditentukan oleh kompetisi.

Untuk kamu yang profesional, entah itu sebagai ilustrator, penulis, desainer, fotografer, dan sebagainya paling buruk adalah ditentukan oleh harga.

Kalau misal pengalamanmu memotret itu sudah 5 tahun tentu saja kamu akan ogah akan mendapatkan tawaran pekerjaan di bawa 7 juta misalnya. Hal yang sama juga terjadi untuk profesi lainnya. Pasti kawan juga akan mendapatkan tawaran kerja dengan harga tak masuk akal.

Dalam dunia bisnis tidak ada kepastian yang ada adalah reputasi yang menimbulkan kepercayaan, serta mereka yang dipilih untuk suatu proyek atau kampanye biasanya memberikan nilai yang melebihi harga.

Kalau kawan bisa melihat nilai apa yang melebihi harga yang kau tawarkan itu, produk, atau jasamu maka kamu akan lebih mudah menghitung nilai yang kau berikan pada pembeli atau klien.

Ingat dalam menciptakan value (nilai) bagi karyamu kamu harus paham untuk siapa karyamu itu.

Kesimpulan

Karya, produk, dan jasa memiliki nilai yang ditawarkan.

Nilai karya bagi sebuah bisnis akan ditentukan oleh keuntungan yang didapatkan bisnis tersebut.

Reputasi perlu dibangun agar karyamu lebih mudah diterima oleh orang yang kau tawarkan.

Konsistensi dalam menyuguhkan kualitas akan menjaga pembelimu tetap datang dan menyebarkannya.

Selalu berusaha untuk menyuguhkan nilai daripada harga yang kau tawarkan.

Terima kasih sudah membaca kawan, dan terus tambah nilai karyamu.

Referensi:

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Mari nilai karya-mu dengan sudut pandang pemasar â€"Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz dan sekianlah artikel dari kami ceritadongeng.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ceritadongeng.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Kreativitas yang Membuat Spesial : Kisah Dodong Kodir Musisi Sampah -Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sesuatu yang spesial seperti yang pernah saya bahas merupakan sesuatu yang tidak biasa, biasanya jumlahnya terbatas (langka), dan tidak diberikan kepada semua orang. Sebagai pembuat karya terkadang karya kamu adalah satu-satunya. Inilah cerita yang bisa kawan ambil dari kreativitas Pak Dodong sang pembuat musik dari sampah.

Awal mulanya saya melihat tayangan Kick Andy di MetroTV yang mebahas tentang para musisi yang mengambil jalan berbeda untuk berkarya, salah satunya adalah almarhum Dodong Kodir, seorang seniman yang membuat alat musik dari sampah.

Bukan hanya sekedar alat musik biasa, Pak Dodong bisa membuat bunyi unik dari sampah. Di Kick Andy beliau menunjukkan sebuah alat musik yang dia buat dari wadah bekas deodoran sambil bercerita kalau di Cisitu, Bandung dulunya banyak kodok. Dia memungut botol deodoran bekas itu dan membuatnya menjadi alat musik yang; “Krokok, Krokok, Krokok” yang berbunyi sama seperti kodok.

Bukan suara kodok saja yang bisa dia ciptakan dari sampah, namun ada Tornadong (karena dibuat oleh Pak Dodong maka alat musiknya semuanya berakhirnya dengan bunyi dong; Tornadong) yang memiliki suara menggelegar seperti angin puting beliung dibuat dari labu, ada juga alat musik lain yang berbunyi seperti deburan ombak besar yang kata beliau terinspirasi dari Sunami yang menerjang Aceh pada 2004 silam.

Di pagelaran yang diadakan di Celah-Celah Langit kawan bisa melihat bagaimana luar biasanya karya Pak Dodong ini:

Pertunjukkan musik sampah di Celah-Celah Langit, Bandung.

Alat musik yang dibuat dari sampah ini mengantarkan Dodong Kodir sampai pada lima benua, bahkan di beberapa negara alat musiknya dimasukkan kke museum seni kontemporer.

Visi kreatif yang membuat Dodong Kodir jadi spesial

Dalam proses berkarya Pak Dodong saya bisa memerhatikan sesuatu yang spesial, yaitu beliau menciptakan sebuah kategori tersendiri dengan membuat alat-alat musik khusus dari sampah dan dia membuatnya lebih kreatif lagi dengan bunyi-bunyi unik yang dihasilkan oleh alat musik itu.

Keistimewaan Dodong Kodir bukan hanya terletak pada daur ulang sampah jadi alat musik, namun juga pada bunyi-bunyian yang bisa dia ciptakan dengan alat itu. Sampai saat ini tidak ada lagi yang seperti dia.

Dodong Kodir menjadi satu-satunya seniman yang mendaur ulang sampah hingga membuat bunyi-bunyian yang tidak biasa.

Sekarang kawan sudah tahu hebatnya Pak Dodong namun apa kira-kira yang bisa membuat dia berkarya untuk sampah ini?

Dia hanya memiliki visi kalau sampah-sampah yang didaur ulang ini bisa menghasilkan suara yang dia inginkan. Dia lebih mengapresiasi sampah dibanding orang lain.

Saya sendiri bertanya-tanya apakah keyakinan yang begitu kuat yang menggerakkan almarhum Pak Dodong ini?

Sedikit Delusi itu perlu untuk jadi sukses

Sebuah penelitian dari Zach dan Fisbach menemukan bahwa delusi bisa menaikkan produktivitas.

Apakah Almarhum Pak Dodong ini mengalami Delusi hingga bisa mendaur ulang sampah hingga menjadi alat musik yang baru? Saya tidak tahu dan tidak klaim seperti itu. Namun hal yang perlu kita sadari bahwa dalam dunia seni, kegilaan dan jenius itu beda tipis.

Ambil contoh Picasso, dia bukan pelukis pertama tapi dia melukis dengan gaya yang unik dan sangat berbeda. Dia menjadi spesial karena tidak ada lagi yang melukis sepertinya.

Begini cara Picasso melukiskan wanita yang sedang bersedih, pelukis yang menggambar seperti ini dimulai oleh Picasso Sumber

Begitu juga dengan Pak Dodong yang membuat alat musik baru dari sampah.

Memang untuk menjadi spesial dan berbeda ada resikonya. Picasso termasuk salah satu yang untung karena bisa kaya raya dalam masa hidupnya dengan karya. Namun banyak pelukis lain yang tak seberuntung dia.

Van Gogh misalnya, Van Gogh adalah seorang pelukis yang spesial karena dia pun melukis dengan begitu berbeda dibanding semua pelukis lain dan dia mati dalam keadaan miskin. Karyanya malah dirayakan sesudah kematiannya.

Bagaimana Van Gogh melukiskan malam. Pada masa hdupnya tidak ada yang melukis seperti ini. Sumber

Dalam dunia kepenulisan ada Oscar Wilde dan Edgar Allen Poe. Mereka berdua merupakan penulis jenius, keduanya mati dalam keadaan miskin. Edgar Allen Poe dikenal dengan tema kegilaannya dan menjadi mempengaruhi berbagai karya, sedangkan Oscar Wilde merupakan salah satu penulis yang paling banyak dikutip.

Ya menjadi spesial dan berbeda memiliki resiko kalau karyamu tidak akan diterima dengan baik khalayak, namun kita berada di zaman yang berbeda.

Saat paling mudah untuk menemukan pemirsamu adalah sekarang!

Pada tahun 1873 ada sebuah novel Perancis yang ditulisan Jules Verne dan diterbitkan berjudul From Earth to The Moon  yang bercerita tentang seorang teknisi di Baltimore dan sebuah perkumpulan yang berencana membuat meriam raksasa agar orang bisa sampai ke bulan.

Novel ini tidak mendapatkan penjualan yang baik di Perancis. Namun ketika terjemahan bahasa Inggris dibuat dan dipasarkan ke Amerika novel ini laku keras. Entah kenapa waktu itu bangsa Amerika menjadi bangsa yang suka bermimpi. Seratus tahun kemudian NASA lahir dan berhasil mengirimkan orang pertama kali ke bulan.

Ada kesamaan antara Jules Verne dengan Pak Dodong yaitu mereka berdua sama-sama kurang mendapatkan suara di bangsanya sendiri dan mereka berdua mendapatkannya apresiasi tinggi di luar negeri.

Orang-orang seperti ini adalah mereka yang spesial dan masing-masingnya punya tempat di hati penikmat karyanya.

Kamu juga bisa seperti mereka, jangan takut untuk membuat karya yang kau sukai. Memang Dodong Kodir tidak meninggal dalam keadaan kaya atau miskin dan mengenaskan, waktu berpulang dia dalam keadaan yang biasa saja.

Namun karya beliau telah bicara, telah mencapai sesuatu yang luar biasa. Anda saja beliau masih hidup saya akan datang ke Bandung dan berusaha ngobrol dengan beliau. Jika ada waktu sedikit saya pun ingin membantu memasarkan karyanya bahwa kreativitas itu tak berbatas, tergantung pada keyakinan dan cara pandangmu, kawan.

Ketika mendengar kabar beliau meninggal hati saya sedih karena salah seorang seniman yang luar biasa dan spesial sudah berpulang. Kita kehilangan satu seniman yang luar biasa.

Hikmah dari kisah Pak Dodong

Dalam dunia bisnis dan seni kreativitas sama-sama diperlukan, untuk jadi atau mencapai sesuatu yang luar biasa tidak  bisa dicapai dengan melakukan sesuatu yang umum yang orang lain lakukan juga.

Pak Dodong memilih jalan yang berbeda dibanding banyak orang, itu yang mengantarkan dia jadi salah satu seniman besar. Kalau hidupnya lebih panjang saya yakin dia akan menjadi salah satu seniman paling kreatif yang pernah kita miliki.

Kalau kalian percaya kalau rezeki itu sudah ditentukan karena itu gapailah, iya mungkin tidak akan sukses, iya mungkin tidak akan berhasil, tapi apresiasi dari penikmat karyamu itu selalu ada dan kamu bisa gagal sebanyak waktu hidupmu.

Menemukan mereka yang menikmati karyamu saat ini jauh lebih mudah dibanding dengan masa Jules Vernes atau Van Gogh, bahkan dalam masa berkarya pak Dodong pun begitu. Sekarang adalah waktu yang paling baik.

Semoga tulisan ini bikin semangat kamu berkarya.

Referensi artikel:

Pak Dodong di Kick Andy

Jules Verne

Hubungan delusi dan produktivitas

Itulah tadi informasi dari daftar poker online terpercaya mengenai Kreativitas yang Membuat Spesial : Kisah Dodong Kodir Musisi Sampah -Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz dan sekianlah artikel dari kami ceritadongeng.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ceritadongeng.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bagaimana sebuah karya menyebar? Cerita Buku Harry Potter â€" Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Cerita bagaimana buku Harry Potter bisa terbit dimulai saat Artur Levine tertarik dengan naskah yang ditawarkan J.K. Rowling, dia menikmati membaca cerita naskah buku pertama ini.

Dari mulai humor, tokoh, sampai plot sangat menggerakan Arthur. Sebagai seorang editor di Scholastic (penerbitan buku kecil di United Kingdom), Arthur berani merekomendasikan naskah Harry Potter untuk diterbtikan. Padahal waktu itu J.K. Rowling bukan siapa-siapa, dia bukan seorang penulis yang terkenal.

Dari Scholastic inilah J.K. Rowling mendapatkan kontrak buku pertama Harry Potter, hak terbit buku ini dibeli seharga 105.000 USD.

Jumlah yang sebenarnya tidak terlalu wow tapi lumayan lah untuk seorang penulis baru yang tidak dikenal siapa-siapa.

Akhirnya setelah ditolak oleh berbagai macam penerbit, naskah buku Harry Potter ini akhirnya bisa terbit.

Dan sampai saat ini cerita tentang seorang penyihir remaja bisa dinikmati oleh orang-orang di berbagai belahan dunia.

Harry Potter mungkin adalah buku yang paling populer dengan penjualan terbaik sampai saat ini dan J.K. Rowling adalah seorang penulis yang menjadi Miliyarder.

Bagaimana J.K. Rowling dan penerbitnya bisa mencapai semua itu? Hanya dengan satu serial buku pula.

Sebagai pembaca buku cerita yang lumayan rajin, saya termasuk adalah orang yang telat baca Harry Potter, awalnya memang tidak tertarik saja.

Saya tahu Harry Potter ketika dia sudah terkenal.

Bagaimana semua itu bisa dimulai?

Buku Harry Potter bisa jadi terkenal seperti sekarang karena pimpinan Scholastic bekerja keras agar buku Harry Potter mencapai pembaca yang tepat.

Bahkan saya mendengar rumor kalau mereka melakukan ini dengan menjual secara langsung kepada anak-anak yang mungkin akan menyukai jenis cerita seperti Harry Potter.

Intinya Scholastic bekerja keras agar buku ini mencapai pembaca yang tepat.

Setelah promosi dan penjualan buku Harry Potter ini dilakukan ternyata banyak pembaca yang jatuh cinta dengan buku ini.

Entah kenapa, mereka merasa kalau buku cerita yang mereka cintai ini wajib orang lain tahu dan baca.

Tak selang beberapa lama, mulai muncul banyak portal dan website buatan fans untuk menyebarkan cerita Harry Potter ini.

Mungkin hanya seorang pembaca yang jatuh cinta kepada cerita Harry Potter untuk menyebarkan buku cerita ini.

Sampai-sampai Warner Bros sebagai pemilik hak distribusi film Harry Potter menuntut secara hukum agar portal dan website milik fans tersebut ditutup.

Namun tentu saja ini adalah sebuah kesalahan, tidak ada yang bisa menahan keinginan fans Harry Potter untuk menyebarkan cerita yang mereka cintai ini.

Menurut saya pribadi, pembaca Harry Potter yang bahkan sampai membuat grup Facebook dan portal website adalah seorang True Fans.

True fans ini dengan senang hati akan menyebar karyamu, entah itu lewat akun media sosial yang dia buat atau bahkan sampai dengan membuat web.

Harry Potter menjadi begitu populer karena Scholastic bekerja keras untuk menggapai pembaca yang tepat, dari sini muncul lah para true fans yang ikut berkontribusi untuk menyebarkan karya ini.

Buat kamu yang ingin membaca True Fans silakan klik tautan ini.

Apakah strategi pemasaran buku Harry Potter bisa saya terapkan?

Jawabnnya adalah iya.

Iya karena karyamu harus menggapai orang yang tepat, untuk itulah strategi promosi bisa kamu pelajari dan konsistensi berkarya harus terus dilakukan.

Namun jangan berharap efek yang sama bisa terjadi, tidak semua orang seberuntung J.K. Rowling.

Turunkan ekspektasimu!

Kalau kamu baru mulai berkarya, kecil sekali kemungkinan penikmat karyamu akan mempromosikannya.

Para true fans ini akan mempromosikan karyamu dengan senang hati hanya kalau mereka jatuh cinta dengan karya itu.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa membuat orang lain jatuh cinta pada karya kita?

Saya tidak tahu jawabannya.

Namun saya tahu konsistensi untuk berkarya dan selalu membuatnya dengan kualitas terbaik adalah jalan paling mungkin yang saya dan kawan pembaca bisa tempuh.

Fokuslah untuk mencari pembaca atau penikmat karyamu itu dan terus konsisten untuk menyuguhkan dengan hasil terbaik.

Buat kamu yang baru menulis atau berkarya dalam bidang lainnya ada baiknya kamu baca artikel tentang membangun pembaca dari smallest viable audience.

Nah, bagaimana menemukan pembaca atau penikmat awal karyamu?

Adalah dengan menulis atau memajang karyamu di sebuah tempat yang orang lain mudah temukan dan mereka gapai.

Di era digital ini bahkan lebih mudah untuk menggapai mereka.

Buat kamu yang menulis, kamu bisa unggah karyamu di blog atau Storial dan Wattpad untuk memajang ceritamu.

Bahkan kamu bisa post ceritamu di IG atau Facebook atau Twitter.

Namun era digital ini memiliki tantangannya tersendiri juga.

Di era digital ini banyak banget noise, yaitu Sesuatu yang menghalangimu dari menggapai pembacamu.

Contohnya tweet lain, unggahan lain di Instagram dan bahkan status Facebook bisa menjadi noise bagimu.

Zaman digital ini dipenuhi banyak noise dan menghalangimu untuk menemukan orang yang menikmati karyamu.

Satu-satunya cara adalah konsisten untuk terus menerus menulis atau berkarya. Kamu unggah dalam waktu yang konsisten dan terus-terusan.

Kalau kembali lagi ke J.K. Rowling dan dari maha saya tahu dia itu sudah konsisten berkarya?

Masalahnya adalah Harry Potter adalah cerita pertama yang dia terbitkan, namun belum tentu ia adalah cerita pertama yang dia buat.

Seperti juga banyak penulis lainnya yang kita kenal, apakah Eka Kurniawan hanya menulis sebanyak buku yang dia terbitkan saja?

Kemungkinan besar tidak.

Saya lebih suka berpikir kalau menemukan penikmat karya itu seperti menemukan jodoh.

Meskipun kita sudah berpakaian terbaik, membuat acara yang seru dan menyenangkan, belum tentu jadi jodoh juga kan, dan kencan berkali-kali pun belum tentu jadi jodoh.

Berkarya pun sama, meskipun sudah membuat puluhan karya, masih belum tentu kita akan menemukan penikmat atau lebih spesifik lagi seorang true fans.

Hal yang saya tahu adalah tetap konsisten saja berkarya pasti ada jalan, buat saya jalan itu adalah menulis.

Pembahasan khusus tentang konsistensi berkarya kamu bisa baca di sini.

Bagaimana kita tahu kalau orang lain sudah jatuh cinta dengan karya kita?

Kalau ukuran, hmmmm, sepertinya sulit diukur.

Namun apa yang kawan rasakan jika seseorang yang dicintai hilang atau meninggal?

Tentu jadi sedih kan, dan kita merindukan orang itu.

Bayangkan J.K. Rowling meninggal, para fans Harry Potter pasti akan bersedih.

Dalam karya juga seperti itu.

Ketika kamu sudah jatuh cinta dengan karya seseorang, biasanya kamu juga mulai menyukai si pembuatnya.

Banyak orang bersedih ketika Pram meninggal dunia, mungkin karena kita tahu karya lain dari dirinya tidak akan lahir lagi.

Dirindukan dan bahkan ditunggu merupakan sebuah perasaaan yang dihasilkan oleh orang yang mencintai karyamu itu.

Apakah blog ini akan dirindukan kalau saya berhenti menulis?

Saya yakin jawabannya saat ini adalah tidak.

Namun bagaimana dua tahun lagi? Apakah pembaca saya akan merindukan saya jika berhenti menulis di blog ini?

Saya masih tidak tahu jawabannya.

Namun yang saya tahu adalah konsistensi saya menulis di blog ini, meskipun baru sedikit pembacanya semoga membawa banyak manfaat ya.

Terima kasih sudah membaca, kalau sudi tolong share ya blog ini dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Bagaimana sebuah karya menyebar? Cerita Buku Harry Potter â€" Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz dan sekianlah artikel dari kami ceritadongeng.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ceritadongeng.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Konsistensi Berkarya, Apa Manfaatnya untukmu? oleh - ceritadongeng.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kayaknya sudah banyak banget omongan tentang konsistensi berkarya ini, apa saja manfaatnya, bagaimana melakukannya dan sudah banyak pula yang lain.

Sebenarnya saya pribadi lebih suka menulis cerita dibanding dengan tulisan untuk blog misalnya tapi kalau tidak ada yang posting apa-apa di blog ini, nantinya froteast kurang dikenal nih oleh pengguna google hehehe.

Nah, kembali lagi soal konsistensi dalam berkarya.

Sudah banyak petuah dari seniman senior dari berbagai bidang yang berkata kalau jumlah karya yang kamu hasilkan berbanding lurus dengan audience atau pembacamu.

Contoh paling terkenal saat ini adalah Gary Vee dari dunia entrepreneur yang bilang kalau ingin sukses maka kamu harus bisa membuat 100 konten setiap hari.

Menurut Gary Vee kamu harus konsisten membuat 100 konten sehari agar sukses di digital
Buat Gary Vee kamu harus bisa membuat 100 konten per hari agar sukses di dunia digital

Tentunya hal ini akan membuat audience atau pemirsamu jadi semakin banyak.

Dari dunia fotografi ada Henri Cartier-Bresson yang bilang kalau 10.000 foto pertamamu adalah yang paling jelek dan dia memotret di era film, dimana kamu harus beli roll film, memotret, dan agar melihat hasilnya kamu harus mencuci dan mencetaknya.

Henri Cartier-Bresson adalah salah satu fotografer top dunia yang paling terkenal
Menurut Henri Cartier-Bresson 10.000 foto pertamamu adalah yang paling buruk

Dari dunia penulis kamu punya Stephen King yang sudah bertahun-tahun menerapkan disiplin untuk menulis 100 halaman cerita perharinya.

Ketika Stephen King membaca dua jam sehari dia mampu menulis 2000 kata perharinya
Mungkin sampai hari ini Stephen King adalah salah satu penulis horor paling ikonik, juga paling konsisten

Mungkin cerita Stephen King yang kita kenal, yang sudah terbit hanyalah ujung dari gunung es, isitlah inggrisnya tip of the Iceberg.

Orang seperti Chris Do dari The Futur berargumen  kalau ingin pemirsamu tumbuh di Instagram, maka kamu harus membuat 500 konten Instagram agar kamu tahu bagaimana hal itu dilakukan.

Chris Do adalah seorang desainer yang saat ini fokus untuk mengajarin desain dan sisi bisnis dari desain
Kalau disebut dia adalah salah satu tokoh pendidikan di dunia desain. Cek videonya soal konsistensi di Youtube

Banyak para ahli yang terkenal dari bidang lainnya yang mungkin sudah menelurkan ribuan karya, namun hanya sebagian kecil yang mereka rilis ke publik.

Kualitas karya yang dibuat berbanding lurus dengan berapa lama si empunya untuk konsisten.

Ibarat olahraga atau latihan, semakin sering kamu melakukannya maka semakin mahir juga kamu.

Beberapa orang seperti Seth Godin menulis untuk blognya setiap hari, hari libur dan hari kerja.

Seth Godin adalah legenda di dunia marketing, dia dikenal dengan strategi marketingnya yang tidak biasa, serta konsistensinya menulis blog setiap hari
Seth Godin adalah seorang tokoh marketing yang legendaris, konsistensinya dalam menulis blog juga juara

Bahkan Bruce Lee bilang dia lebih takut dengan orang yang melatih satu tendangan sepuluh ribu kali, daripada orang yang melatih sepuluh ribu jenis tendangan tapi hanya sekali masing-masingnya.

Menurut Bruce Lee orang yang melatih satu macam tendangan 10.000 kali sangat berbahaya. Begtu juga dengan konsistensi
Bagi Bruce Lee orang yang melatih satu macam tendangan 10.000 kali lebih berbahaya daripada orang yang melatih 10.000 jenis tendangan tapi hanya sekali.

Begitu banyak orang yang berkata kalau jumlah konten yang dihasilkan berbanding lurus dengan kualitasnya, semakin lama semakin baik.

Tentu dengan catatan kalau setiap konten atau karya jenis lain yang dibuat dengan menyuguhkan kualitas terbaik sesuai dengan kemampuan.

baca Juga : Menumbuhkan pemirsa atau audience dari kelompok paling kecil

Pengalaman pribadi ngomongin efek konsisten dalam berkarya

Saya sendiri sudah mencoba konten di Instagram untuk @froteast dan jumlahnya sudah lima ratus lebih sedikit per hari ini ehehe. Belum lagi dari konten yang saya buat untuk klien, mungkin sudah lebih dari 2000 konten.

Khusus untuk konten froteast saya coba suguhkan dengan kualitas terbaik yang saya bisa, sesuai dengan kemampuan saya tentunya.

Hal lain yang saya alami adalah meningkatnya pemahaman saya tentang konten seperti apa audience (pemirsa) froteast nikmati di Instagram.

Saya makin paham dengan konten seperti apa yang mereka inginkan, konten mana yang paling dinikmati oleh kalian.

Tentu saja saya ucapkan terima kasih sudah untuk kawan-kawan yang sudah mengikuti froteast di Instagram dan blog ini.

Untuk Twitter sabar ya, manajemen waktu saya masih acak-acakkan hehe.

Balik lagi ke soal konsistensi dalam berkarya.

Kan, sudah jelas kalau semakin banyak kamu membuat karya, maka kamu akan semakin ahli dalam atau jago dalam karya tersebut tapi….

Ada hal yang harus kamu pahami dulu, kalau tiap karya yang kamu buat harus disuguhkan dengan kualitas terbaik.

Lama kelamaan keahlianmu dalam membuat karya itu akan terasah.

Di sisi lain kamu juga harus sadar bahwa karya apa yang akan kamu buat, ceritakah? Tulisan Blog? Fotografi? Video? Interior? Atau yang lainnya?

Totalitas berkarya dalam sebuah bidang akan menentukan apa nantinya keahlianmu karena itu ketika kamu mengerjakan sesuatu asal jadi atau asal beres saja, kamu malah dapet capek aja ternyata.

Intinya mau berkarya sendiri atau dalam pekerjaan, tak usah tanggung-tanggung, pokoknya berikan hasil terbaik untuk setiap karya yang kamu buat.

Sayangnya banyak kawan yang takut untuk total memberikan hasil terbaik dalam pekerjaan nih, khususnya.

Baca juga : Kamu bisa hidup layak dengan hanya 1000 true fans

Urusan kritik dan trolling

Sebenarnya kritikan itu wajar saja adanya, apalagi kalau kamu mengeluarkan karya di ruang publik. Termasuk di pameran, web, blog, atau media sosial.

Kritikan itu tentu saja bisa diterima atau tidak, tergantung kamu sebagai pembuat karya.

Kawan harus ingat bahwa yang diperdalam di sini adalah karyamu, daya penciptaanmu. Jadi tidak semua kritikan harus didengar atau dituruti, cari saja mana yang menurutmu sreg di hati.

Jangan takut dengan kritikan pedas, toh pada akhirnya belum tentu juga kalau kamu menuruti kritikan itu akan membuat jadi seorang pembuat karya yang lebih baik.

Memang dalam belajar membuat sesuatu, kamu akan mendapatkan banyak kegagalan, tapi fokus belajar untuk membuat hasil terbaik, selalu usahakan seperti itu.

Kritikan itu bagian dari proses belajar, tidak semua kritikan atau saran bermanfaat untukmu. Terima atau tinggalkan saja. Toh yang akan menjalani kehidupan dengan berkarya itu kamu kan.

Sisi lebih gelap dari reaksi akan karyamu adalah trolling, dimana orang mungkin akan mencaci karyamu, bukan karena mereka tidak suka, tapi memang seperti itu kesenangan mereka.

Kalau bertemu dengan komentar atau ucapan orang seperti itu jangan diambil hati, sambil lalu saja, kawan.

Sebuah karya yang baik biasanya memiliki sesuatu untuk diceritakan, fokus saja dalam bercerita atau menyampaikan sesuatu dalam karyamu.

Buat tiap karya jadi sesuatu yang berarti, dibuat dengan kualitas terbaik, setiap karyanya. Dan buatlah ribuan karya, niscaya dirimu akan bertransformasi menjadi sesuatu yang baru.

Rintangan buat konsisten itu ada banyak, tapi lakukan saja karena mungkin hidupmu bukan saja berasal dari situ.

Itulah tadi informasi dari agen poker mengenai Konsistensi Berkarya, Apa Manfaatnya untukmu? oleh - ceritadongeng.xyz dan sekianlah artikel dari kami ceritadongeng.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ceritadongeng.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Antara Passion dan tagihan, segini aja bahasannya? oleh - ceritadongeng.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Diskusi tentang memilih passion atau pekerjaan yang tersedia selalu memanas di media sosial. Kenapa?

Banyak yang bilang passion itu gak bisa dipake buat bayar tagihan tapi emang passion itu gak berarti ya?

Sebelum kawan mulai berasumsi apakah passion berharga atau tidak. Ada baiknya mari berpikir sejenak tentang diskusi passion ini.

Oh ya, passion berarti hasrat. Jadi melakukan sesuatu dengan passion bisa diartikan mengerjakan atau membuat sesuatu dengan semangat atau sepenuh hati. Banyak yang menganggap kalau bekerja sesuai passion adalah bekerja sesuai dengan yang disenangi.

Jadi kalau kawan bilang rebahan is my passion itu tidak masuk! Karena rebahan dilakukan karena lelah atau malas saja.

Sebelum kawan membaca panjang lebar tentang diskusi passion ini, ada baiknya kawan semua menyadari kalau kebanyakan orang Indonesia tidak paham bahasan ini. Orang-orang yang berbicara passion biasanya mereka yang memiliki akses ke pendidikan tinggi (universitas) atau juga berada di lingkungan keluarga dan sosial yang memungkinkan  kamu bisa mikirin passion-mu itu apa.

Masalahnya buat kebanyakan orang dari keluarga petani, nelayan, kuli, atau buruh, diskusi tentang passion ini tak nyambung. Kebanyakan mereka hanya berusaha menyambung hidup. Alih-alih melakukan hal yang disukai, survival (keberlangsungan hidup) lebih penting.

Keberlangsungan hidup mereka ditentukan hasil bumi, laut, dan pekerjaan. Kebanyakan bahkan tak punya penghasilan layak, apalagi kemanan dari segi finansial.

Ini membawa saya ke poin selanjutnya dari diskusi passion. 

Bicara soal passion itu sudut pandangnya diri sendiri.

Mengerjakan hal yang disukai, membuat sesuatu yang disenangi, dan lain sebagainya. Bicara passion rata-rata sudut pandangnya ya diri sendiri.

Saran saya kenapa gak mengubah sudut pandang, jadi bukan diri sendiri yang diukur tapi orang lain. Alih-alih mengukur kesenanganmu tentang mengerjakan atau membuat sesuatu kenapa tidak mengukur lewat kontribusi apa yang bisa kau berikan.

Mau itu sesuatu yang kau kerjakan sebagai seni, bagian dari pekerjaan, ada kontribusi yang bisa kau berikan pada orang lain. Karya seni itu seharusnya membuatmu merasakan sesuatu.

Kontribusi inilah yang membuat karyamu memiliki harga untuk orang lain. Kalau gambar sketsa yang kau buat bisa membuat sebuah kedai kopi makin dikenal orang, itu juga memiliki nilai kontribusi dan memang ada harganya.

Bekerja sesuai passion atau bekerja dengan passion?

Kerja sesuai passion adalah sebuah privilage, hak khusus buat kamu yang dengan pemikiran yang maju dan harta yang cukup sebagai jaminan untuk terus melakukannya. Kembali lagi tak semua orang mampu melukan hal yang mereka inginkan, kebanyakan kita tak bisa melakukan itu.

Ini akhirnya membawa ke kalimat yang berbeda juga. Alih-alih dari “…… is my passion” (isi dengan hal yang kau senangi) jadinya:

“Everything I do, I do it’s passionately.”

Kenapa mengerjakan apapun harus selalu dengan sepenuh hati? Ada dua alasan utama. Pertama, pekerjaan adalah kesempatan belajar bagaimana sesuatu berjalan. Dalam pekerjaan kawan apa pun kawan bisa belajar banyak hal seperti interaksi profesional, ketepatan waktu, atau proses sesuatu diciptakan, dan sebagainya. Ini kesempatan bagimu untuk mendapatkan pengetahuan itu.

Alasan kedua adalah dengan bekerja jejaring (network) akan tumbuh. Kesuksesan dalam bidang apa pun sangat dipengaruhi oleh luasnya jaringan relasi yang kau miliki. Hal ini dibuktikan oleh penelitian, kamu bisa baca buku Mendaki Tangga yang Salah karangan Eric Barker.

Pekerjaan apa pun yang kau miliki sekarang akan membantumu mencapai kesuksesan di masa depan.

Passion bisa berubah

Dalam satu masa mungkin kawan suka membuat sesuatu, namun rasa bosan pasti akan datang, meskipun sekarang kau sangat menyukainya.

Bisa jadi tahun 2020 ini kau suka membuat gambar sketsa, mungkin di tahun depan kau akan suka membuat membuat desain visual.

Mereka yang memang menjadi profesional di bidang masing-masing akan terus mengerjakannya meskipun bosan, bahkan ketika itu bukan passion-nya lagi. Ini karena bukan hobi lagi yang diukur, namun mata pencaharian dan perbedaanya dengan hobi itu signifikan.

Sebagai manusia kita mahluk yang akan terus belajar dan kesenanganmu akan berubah. Apalagi semakin dewasa kebanyakan kita makin realistis, passion jadi tak terlalu penting, yang penting adalah penghasilan atau keamanan finansial. Tanya saja sama mereka yang sudah berkeluarga.

Semakin dewasa kamu, semakin realistis. Terkadang resiko mengikuti passion terlalu besar, bisa membuat keluargamu kelaparan, itu biasanya yang kau pikir. Namun selalu ada perkecualian.

Komitmen lebih berharga daripada passion

Menyenangkan memang untuk mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan passion, namun dalam jangka panjang komitmen itu lebih berharga daripada passion.

Misalnya jika kawan bisa membuat tulisan yang bagus, banyak orang yang suka. Namun jika tak konsisten pembacamu akan meninggalkanmu. Konsistensi dalam mempublikasikan tulisan adalah bentuk komitmen dan orang lain lebih menghargai komitmen dibanding Passion.

Passion itu sesuatu yang hanya bisa diukur diri sendiri, orang lain tak tahu seberapa suka kau mengerjakan atau membuat sesuatu.

Namun komitmen selalu bisa diukur karena berasal dari janji. Tergantung janji apa yang kau buat selalu mudah untuk menilai apakah kau tepat janji atau tidak.

Selalu ada resiko dalam hal yang ingin kau lakukan

Jika kau memutuskan untuk melakukan sesuatu diluar pekerjaan atau kebiasaanmu ada resiko di sana, kawan. Contohnya suatu hari kau memutuskan untuk membuat novel, itu adalah proses panjang (mungkin setahun?) dan belum tentu akan laku juga jika selesai. Namun kau tetap putuskan untuk membuatnya.

Keputusan menulis novel itu ada pada dirimu sepenuhnya, begitu juga dengan resikonya, seperti menghabiskan tabungan untuk  kau menulis novel selama setahun.

Iya, mungkin kau akan menghabiskan tabunganmu. Kalau itu novel pertamamu, kemungkinan besar kamu akan gagal (tidak semua penulis baru seberuntung Rintik Sedu atau Fiersa Basari).

Dengan menyadari resiko maka kau bisa menghitung apakah kau akan mengambil pilihan itu atau tidak.

Kalau kau benar-benar ingin melakukan atau membuat sesuatu, saranku lakukan saja. Namun jangan juga sampai membuat dirimu kesusahan untuk itu kau memerlukan persiapan.

Di era digital ini kita dipermudah untuk mempublikasikan dan menyebarkan karya kita namun tuntutannya adalah bisakah kau konsisten selama setahun? Ini keharusan jika kau ingin menyebarkan karyamu di era digital.

Opini pribadi saya adalah lakukan saja hal yang kau inginkan. Jangan selalu terpatok pada apa resiko, berapa besar biayanya. Kau tidak tahu apa yang ada dibalik menjadi konsisten.

Tips terakhir: kriteria dan batas waktu

Jika kau bersikeras untuk melakukan sesuatu itu, mungkin saya punya saran bagus. Beri tengat waktu pada hal yang kau buat.

Misalnya jika kau ingin menjadi Youtuber. Buatlah jadwal seberapa konten yang akan buat dalam satu minggu. Tetapkam tengat waktu (deadline), misalnya kau akan unggah kontenmu di Youtube setiap hari Rabu. Lalu lakukan itu selama 6 bulan.

Jika dalam 6 bulan kau memiliki penghasilan dan kau nilai itu cukup teruskan. Kalau belum mending kau cari pekerjaan atau kegiatan lain. Kenapa?

Untuk menilai sesuatu gagal atau tidak, diperlukan kriteria. Jika itu untuk keberlangsungan hidupmu ukur dari penghasilan dan seberapa banyak waktu sampai menghasilkan. Jika untuk memasarkan karyamu, ukur seberapa banyak orang yang mengenal dan berinteraksi dengan karyamu (misal membacanya di Wattpad).

Ku harap apapun yang kau lakukan terbantu dengan tulisan ini dan terimakasih sudah membaca pemikiran yang kurang penting ini.

Itulah tadi informasi mengenai Antara Passion dan tagihan, segini aja bahasannya? oleh - ceritadongeng.xyz dan sekianlah artikel dari kami ceritadongeng.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website ceritadongeng.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Tentang Tanggung Jawab : Sebuah Perspektif dari Spirited Away oleh - ceritadongeng.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Rasanya lebih baik kumulai tulisan ini dengan mengatakan ada sebuah genre cerita yang sangat jarang terbit di Indonesia, lebih tepatnya cerita berkualitas di genre ini yang jarang saya dapatkan. Cerita yang saya maksud di sini adalah Coming of Age atau cerita tentang bagaimana seorang menjadi bertransformasi dari seorang anak atau remaja menjadi dewasa.

Kali ini saya membahas tentang film animasi Spirited Away, sebuah film fitur animasi yang dirilis pada tahun 2001. Film lama memang tapi ini adalah sebuah film master piece dari Studio Ghibli dan Hayao Miyazaki.

Kenapa saya bercerita tentang film ini? Karena ada beberapa hal yang bisa kawan ambil sebagai seorang penikmati cerita dan pembuatnya.

Hayao Miyazaki merupakan seorang animator yang piawai bercerita dengan tutur penggambaran ceritanya yang unik. Dia dihormati di dunia animasi barat dan timur, mungkin sampai saat ini animator paling dihormati dunia.

Buat saya pribadi film ini jadi salah satu favorit sepanjang masa, karena ceritanya yang memiliki banyak lapisan dan dimensi, pesan spiritual yang mendalam, dan animasinya yang begitu indah. Film ini merupakan salah satu masterpiece Hayao Miyazaki.

Cerita Coming of Age merupakan cerita yang berkisah tentang transformasi seseorang menjadi dewasa, bisa dari anak ke remaja atau remaja ke dewasa. Dalam film ini Cihiro berusia sekitar 12 tahun dan dia harus menolong ayah dan ibunya yang dikutuk serta meloloskan diri dari dunia roh itu.

Ini poster Spirited Away

Cerita tentang coming of age adalah cerita tentang pendewasaan tokoh, jika kau harus memikirkan apa yang membuat berbeda dari kehidupanmu saat remaja? Maka jawabannya adalah tanggung jawab.

Proses seorang menjadi dewasa ditandai dengan sebuah tanggung jawab yang diberikan padanya, mungkin tak harus tersurat, kebanyakannya adalah tersirat. Ketika memasuki dunia perkuliahan maka dirimu yang menjadi mahasiswa bertanggung jawab sendiri untuk menyelesaikan kuliahmu.

Kalau kau memutuskan tidak ingin meminta uang kepada orang tua dan memutuskan untuk mencarinya sendiri itu juga keputusanmu, penghidupanmu jadi tanggung jawab tersendiri.

Inilah inti dari cerita coming of age. Pendewasaan selalu ditandai dengan satu hal berbeda ketika masa remaja, hal paling kental itu adalah tanggung jawab yang selalu akan kau temui sepanjang hidupmu.

Lalu apa yang membuat Spirited Away begitu spesial?                           

Cerita yang mengisahkan Cihiro yang secara tak sengaja masuk ke dunia roh melalui sebuah taman bermain tua yang tak terurus, jadi awal cerita. Kemudian orang tuanya bersantap makanan yang tersedia di warung meskipun pemilik warung itu tidak ada.

Ini yang membawa kita pada plot selanjutnya, ini adalah titik dimana kehidupan biasa berubah jadi sebuah petualangan. Aku harus peringatkan dirimu kalau kau belum nonton Spirited Away sebaiknya kau tonton dulu, karena akan banyak spoiler yang ku bahas di sini.

Oke lanjut lagi ya.

Kenapa harus ada perubahan dramatis dari kehidupan biasa yang kemudian digantikan memasuki dunia roh?

Jawabannya adalah tentang petualangan dan proses transformasi itu sendiri.

Proses transformasi seseorang tidak terjadi begitu saja, ada faktor yang mendorong akan hal itu, seringnya adalah faktor dari luar diri (eksternal).

Chihiro yang menangis karena orang tuanya berubah menjadi Babi dan dia harus bekerja keras untuk membebaskan mereka.

Sama saja sepertimu yang menjadi siswa ke mahasiswa, lalu sehabis jadi sarjana kau mencari kerja. Babak kehidupanmu berlanjut dari satu babak ke babak yang lainnya. Cerita coming of age tidak memotret seluruh kehidupan seorang.

Namun dia berupaya untuk bercerita tentang sebuah babak dimana transformasi seseorang menjadi dewasa terjadi.

Awal babak itu dalam film Spirited Away ditandai Cihiro yang harus menyelamatkan orang tuanya yang dikutuk menjadi babi karena makan di sebuah warung makanan tak bertuan dan para roh menganggap hal itu sebagai penghinaan.

Ini menandai sebuah babak baru, kawan pun akan menebak bahwa ada sebuah petualangan yang akan dimulai oleh Cihiro.

Cihiro yang berjalan dari warung tersebut sampai ke sebuah pemandian mewah. Di sini dia melihat roh berbagai bentuk roh yang memasuki pemandian itu. Tepat ketika tiba-tiba Cihiro ditolong oleh seorang bocah lelaki yang kemudian membawa dia menjauhi tempat itu.

Pada saat itu Cihiro putus asa, tersesat di sebuah tempat asing, dipenuhi mahluk asing, dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dia putus asa. Di sinilah tokoh lain dikenalkan yang kemudian menolong Cihiro.

Di sini babak lain cerita dimulai, dimana Cihiro ditolong oleh sosok baik orang tidak dikenal. Saat ini kita akan mulai dikenalkan dengan dunia roh itu. Dari sini cerita mulai berkembang lagi mengikuti Cihiro dan Haku, bocah yang menolongnya.

Adegan-adegan dalam film Spirited Away didesain begitu rupa dengan satu tujuan, menunjukan faktor eksternal yang memaksa Cihro jadi dewasa, dengan menunjukkan beberapa adegan.

Seperti adegan dia bekerja di pemandian dan bagaimana dia harus memandikan sebuah roh yang sangat bau, namun ternyata dia adalah dewa sungai terkenal. Dalam adegan ini Cihiro bekerja dengan keras roh bau itu, di sini dia mulai memahami apa artinya bekerja, mengabdi kepada orang lain, seorang klien dalam sebuah servis.

Chihiro yang sedang membersihkan Spirit yang bau
Inilah adegan Chihiro bekerja untuk membersihkan roh yang bau.

Ini arti bekerja untuk kita. Kalau kawan sudah memasuki dunia kerja pasti paham kan. Hanya saja dalam adegan ini Cihiro menunjukan antusiasme seorang anak, yang melakuakn pekerjaan itu dengan sepenuh hati.

Terkadang bagi saya yang sudah lama bekerja, antusiasme dalam bekerja seperti itu hilang. Butuh pikiran seorang anak yang menganggap sebuah pekerjaan menyenangkan, itu metafora yang ada dalam adegan itu.

Tanggung jawab yang disebutkan dalam film ini tidak diceritakan secara tersurat, namun tersirat. Digambarkan lewat bagaimana sebuah pekerjaan dilakukan.

Adegan ini jadi bagian mengenalkan tanggung jawab pada Cihiro. Tentu cerita ini belum selesai karena dia harus menyelamatkan orang tuanya yang dikutuk jadi babi.

Dan cerita pun berlanjut.

Sebuah retrospektif

Cara bertutur cerita ini begitu menyita perhatian, disuguhi dengan visual indah animasi dua dimensi khas Ghibli. Cerita pun memiliki banyak lapisan dan makna, masing-masing membuat Cihiro jadi seorang yang lebih dewasa.

Transformasi seseorang tidak terjadi begitu saja, ada faktor yang memaksa transofrmasi itu harus dilakukan. Biasanya eksternal atau diluar kemampuan si tokoh. Dalam cerita ini faktor eksternal yang membuatnya harus bertransformasi adalah proses dia meloloskan diri dari dunia roh itu. Namun tak sesedarhana itu.

Ada begitu banyak hal yang diceritakan dalam Spirited Away, proses transformasi seseorang dipotong jadi beberapa bagian dan tiap bagian diceritakan dengan begitu rapuh dan indah.

Dalam adegan menaiki kereta jelas sekali kalau adegan ini mewakili transformasi menjadi dewasa. Kau pergi ke sebuah tempat dengan banyak orang asing, di sana lebih sepi dari tempat asalmu.

Begitu sepinya kereta ini, terkadang kedewasaan terasa seperti ini. Banyak babak hidup yang kau rasakan sendirian.

Di adegan kereta juga ada sosok siluet seorang anak perempuan yang menatap Chihiro ketika dia lewat. Bagi saya ini menjadi metafora kalau Chihiro melihat masa lalunya berlalu. Adegan ini mewakili titik dewasa dalam transformasi buat di film ini.

Untuk saya film ini membuat saya mengingat kembali masa lalu sebagai seorang bocah, sebelum mengenal apa sebenarnya apa itu tanggung jawab.

Menceritakan Proses dengan Indah

Semua medium cerita memiliki kemampuan unik masing-masing untuk bercerita. Komik dengan ekspresi wajah, manga dengan ekspresi hiperbolanya, animasi dengan dunianya sendiri, dan seterusnya.

Film animasi Spirited Away bercerita dengan indah lewat visual yang dibuat oleh Hayao Miyazaki dan soundtrack yang membuatmu damai. Menciptakan atmosfir seperti ini dalam animasi adalah penting untuk membuat atmosfir yang kuat.

Jujur soundtrack yang ada di film ini mengingatkan saya pada masa lalu, tapi itu juga yang diceritakan dalam Spirited Away.

Dalam adegan di rumah Zaniba, dia memberikan sebuah ikat rambut untuk Chihiro. Itu menjadi cindera mata petualangannya itu.

Ikat rambut dari Zaniba ditunjukkan sampai di akhir film, ini menjadi metafora tentang hal apa yang kita dapatkan dari masa transformasi itu, sebuah cinderamata.

Film ini mengingatkan sekali pada banyak kehidupan yang telah saya lewati. Transformasi kedewasaan seseorang memang seringnya digerakkan oleh faktor eksternal, seringnya juga sesuatu yang buruk.

Spirited Away akan mengongatkanmu pada banyak babak kehidupan yang telah kau lewati, kawan. Film ini memiliki arti berbeda buat penonton di umur berbeda, mungkin buat anak-anak menyajikan keindahan visual, tapi buat orang dewasa jadi pandangan balik kepada masa lalu.

Jadi apa yang kita bisa pelajari dari sini?

Menurut saya belum banyak cerita tenang coming of age yang bagus di Indonesia, sudah ada beberapa hal yang berkisah seperti ini seperti novel-novel teenlit atau film dengan tema remaja. Namun seringnya saya hanya menemukan kisah cinta sebagai fokus utamanya, bukant transformasi diri.

Dramatisir sesuatu hal adalah yang penting dalam memberikan cerita, terkadang itu membuat kesan yang kuat bagi penonton.

Namun cerita transformasi seseorang menjadi dewasa memang harus diiringi sebuah penanda, kalau transformasi itu masih berjalan dan sudah selesai. Tiap tahap transformasi itu ditandai dengan sesuatu.

Dalam menceritakan coming of age, maka untuk menunjukkan bagaimana sebuah proses transofrmasi itu bisa ada? Apa yang membuat tokoh harus bertransformasi? Ditandai dengan apakah babak transformasi itu? Proses apa saja yang ditempuh dan bisa ditunjukkan dalam proses itu?

Ini formula dalam menceritakan sebuah proses dalam cerita dan hampir ada di semua medium cerita.

Menulis cerita yang baik memerlukan pengertian tentang kisah yang akan ditempuh, transformasi seseorang tidak terjadi begitu saja dan tugas para pembuat cerita adalah menunjukkan bagaimana proses transformasi itu berlangsung.

Lalu ceritakan itu dengan indah.

Hayao Miyazaki adalah seorang tokoh besar di dunia anime dan animated feature film. Sedikitnya kita bisa mengambil pelajaran dari karya beliau.

Itulah tadi informasi mengenai Tentang Tanggung Jawab : Sebuah Perspektif dari Spirited Away oleh - ceritadongeng.xyz dan sekianlah artikel dari kami ceritadongeng.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.