Bagaimana sebuah karya menyebar? Cerita Buku Harry Potter – Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz

Halo sahabat selamat datang di website ceritadongeng.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bagaimana sebuah karya menyebar? Cerita Buku Harry Potter â€" Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Cerita bagaimana buku Harry Potter bisa terbit dimulai saat Artur Levine tertarik dengan naskah yang ditawarkan J.K. Rowling, dia menikmati membaca cerita naskah buku pertama ini.

Dari mulai humor, tokoh, sampai plot sangat menggerakan Arthur. Sebagai seorang editor di Scholastic (penerbitan buku kecil di United Kingdom), Arthur berani merekomendasikan naskah Harry Potter untuk diterbtikan. Padahal waktu itu J.K. Rowling bukan siapa-siapa, dia bukan seorang penulis yang terkenal.

Dari Scholastic inilah J.K. Rowling mendapatkan kontrak buku pertama Harry Potter, hak terbit buku ini dibeli seharga 105.000 USD.

Jumlah yang sebenarnya tidak terlalu wow tapi lumayan lah untuk seorang penulis baru yang tidak dikenal siapa-siapa.

Akhirnya setelah ditolak oleh berbagai macam penerbit, naskah buku Harry Potter ini akhirnya bisa terbit.

Dan sampai saat ini cerita tentang seorang penyihir remaja bisa dinikmati oleh orang-orang di berbagai belahan dunia.

Harry Potter mungkin adalah buku yang paling populer dengan penjualan terbaik sampai saat ini dan J.K. Rowling adalah seorang penulis yang menjadi Miliyarder.

Bagaimana J.K. Rowling dan penerbitnya bisa mencapai semua itu? Hanya dengan satu serial buku pula.

Sebagai pembaca buku cerita yang lumayan rajin, saya termasuk adalah orang yang telat baca Harry Potter, awalnya memang tidak tertarik saja.

Saya tahu Harry Potter ketika dia sudah terkenal.

Bagaimana semua itu bisa dimulai?

Buku Harry Potter bisa jadi terkenal seperti sekarang karena pimpinan Scholastic bekerja keras agar buku Harry Potter mencapai pembaca yang tepat.

Bahkan saya mendengar rumor kalau mereka melakukan ini dengan menjual secara langsung kepada anak-anak yang mungkin akan menyukai jenis cerita seperti Harry Potter.

Intinya Scholastic bekerja keras agar buku ini mencapai pembaca yang tepat.

Setelah promosi dan penjualan buku Harry Potter ini dilakukan ternyata banyak pembaca yang jatuh cinta dengan buku ini.

Entah kenapa, mereka merasa kalau buku cerita yang mereka cintai ini wajib orang lain tahu dan baca.

Tak selang beberapa lama, mulai muncul banyak portal dan website buatan fans untuk menyebarkan cerita Harry Potter ini.

Mungkin hanya seorang pembaca yang jatuh cinta kepada cerita Harry Potter untuk menyebarkan buku cerita ini.

Sampai-sampai Warner Bros sebagai pemilik hak distribusi film Harry Potter menuntut secara hukum agar portal dan website milik fans tersebut ditutup.

Namun tentu saja ini adalah sebuah kesalahan, tidak ada yang bisa menahan keinginan fans Harry Potter untuk menyebarkan cerita yang mereka cintai ini.

Menurut saya pribadi, pembaca Harry Potter yang bahkan sampai membuat grup Facebook dan portal website adalah seorang True Fans.

True fans ini dengan senang hati akan menyebar karyamu, entah itu lewat akun media sosial yang dia buat atau bahkan sampai dengan membuat web.

Harry Potter menjadi begitu populer karena Scholastic bekerja keras untuk menggapai pembaca yang tepat, dari sini muncul lah para true fans yang ikut berkontribusi untuk menyebarkan karya ini.

Buat kamu yang ingin membaca True Fans silakan klik tautan ini.

Apakah strategi pemasaran buku Harry Potter bisa saya terapkan?

Jawabnnya adalah iya.

Iya karena karyamu harus menggapai orang yang tepat, untuk itulah strategi promosi bisa kamu pelajari dan konsistensi berkarya harus terus dilakukan.

Namun jangan berharap efek yang sama bisa terjadi, tidak semua orang seberuntung J.K. Rowling.

Turunkan ekspektasimu!

Kalau kamu baru mulai berkarya, kecil sekali kemungkinan penikmat karyamu akan mempromosikannya.

Para true fans ini akan mempromosikan karyamu dengan senang hati hanya kalau mereka jatuh cinta dengan karya itu.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa membuat orang lain jatuh cinta pada karya kita?

Saya tidak tahu jawabannya.

Namun saya tahu konsistensi untuk berkarya dan selalu membuatnya dengan kualitas terbaik adalah jalan paling mungkin yang saya dan kawan pembaca bisa tempuh.

Fokuslah untuk mencari pembaca atau penikmat karyamu itu dan terus konsisten untuk menyuguhkan dengan hasil terbaik.

Buat kamu yang baru menulis atau berkarya dalam bidang lainnya ada baiknya kamu baca artikel tentang membangun pembaca dari smallest viable audience.

Nah, bagaimana menemukan pembaca atau penikmat awal karyamu?

Adalah dengan menulis atau memajang karyamu di sebuah tempat yang orang lain mudah temukan dan mereka gapai.

Di era digital ini bahkan lebih mudah untuk menggapai mereka.

Buat kamu yang menulis, kamu bisa unggah karyamu di blog atau Storial dan Wattpad untuk memajang ceritamu.

Bahkan kamu bisa post ceritamu di IG atau Facebook atau Twitter.

Namun era digital ini memiliki tantangannya tersendiri juga.

Di era digital ini banyak banget noise, yaitu Sesuatu yang menghalangimu dari menggapai pembacamu.

Contohnya tweet lain, unggahan lain di Instagram dan bahkan status Facebook bisa menjadi noise bagimu.

Zaman digital ini dipenuhi banyak noise dan menghalangimu untuk menemukan orang yang menikmati karyamu.

Satu-satunya cara adalah konsisten untuk terus menerus menulis atau berkarya. Kamu unggah dalam waktu yang konsisten dan terus-terusan.

Kalau kembali lagi ke J.K. Rowling dan dari maha saya tahu dia itu sudah konsisten berkarya?

Masalahnya adalah Harry Potter adalah cerita pertama yang dia terbitkan, namun belum tentu ia adalah cerita pertama yang dia buat.

Seperti juga banyak penulis lainnya yang kita kenal, apakah Eka Kurniawan hanya menulis sebanyak buku yang dia terbitkan saja?

Kemungkinan besar tidak.

Saya lebih suka berpikir kalau menemukan penikmat karya itu seperti menemukan jodoh.

Meskipun kita sudah berpakaian terbaik, membuat acara yang seru dan menyenangkan, belum tentu jadi jodoh juga kan, dan kencan berkali-kali pun belum tentu jadi jodoh.

Berkarya pun sama, meskipun sudah membuat puluhan karya, masih belum tentu kita akan menemukan penikmat atau lebih spesifik lagi seorang true fans.

Hal yang saya tahu adalah tetap konsisten saja berkarya pasti ada jalan, buat saya jalan itu adalah menulis.

Pembahasan khusus tentang konsistensi berkarya kamu bisa baca di sini.

Bagaimana kita tahu kalau orang lain sudah jatuh cinta dengan karya kita?

Kalau ukuran, hmmmm, sepertinya sulit diukur.

Namun apa yang kawan rasakan jika seseorang yang dicintai hilang atau meninggal?

Tentu jadi sedih kan, dan kita merindukan orang itu.

Bayangkan J.K. Rowling meninggal, para fans Harry Potter pasti akan bersedih.

Dalam karya juga seperti itu.

Ketika kamu sudah jatuh cinta dengan karya seseorang, biasanya kamu juga mulai menyukai si pembuatnya.

Banyak orang bersedih ketika Pram meninggal dunia, mungkin karena kita tahu karya lain dari dirinya tidak akan lahir lagi.

Dirindukan dan bahkan ditunggu merupakan sebuah perasaaan yang dihasilkan oleh orang yang mencintai karyamu itu.

Apakah blog ini akan dirindukan kalau saya berhenti menulis?

Saya yakin jawabannya saat ini adalah tidak.

Namun bagaimana dua tahun lagi? Apakah pembaca saya akan merindukan saya jika berhenti menulis di blog ini?

Saya masih tidak tahu jawabannya.

Namun yang saya tahu adalah konsistensi saya menulis di blog ini, meskipun baru sedikit pembacanya semoga membawa banyak manfaat ya.

Terima kasih sudah membaca, kalau sudi tolong share ya blog ini dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Bagaimana sebuah karya menyebar? Cerita Buku Harry Potter â€" Banbumi oleh - ceritadongeng.xyz dan sekianlah artikel dari kami ceritadongeng.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

0 komentar:

Posting Komentar